5 Striker Timnas Indonesia Terbaik
5 Striker Timnas Indonesia Paling Produktif Sepanjang Masa
Daftar atas pencetak gol kompetisi kasta tertinggi Tanah Air kerap didominasi pemain asing. Praktis hanya nama Boaz Solossa dan Cristian Gonzales, pemain lokal yang bisa menembus dominasi bomber-bomber asing dalam perburuan gelar sepatu emas.
Boaz tercatat tiga kali jadi top scorer kompetisi elite. Sementara itu, Gonzales lima kali. Namun dengan catatan kesemua gelar didapat El Loco didapat saat ia belum berpaspor Indonesia. Gonzales sejatinya pesepak bola berdarah Uruguay yang dinaturalisasi jelang Piala AFF 2010.
Di pentas Liga 1 musim 2017 ini perburuan gelar top scorer hanya melibatkan striker impor. Empat pemain di daftar teratas kesemuanya bukan bomber lokal.
Striker Bali United asal Belanda, Sylvano Comvalius untuk sementara jadi pemain paling produktif dengan torehan 30 gol. Ia dibuntuti oleh Maclei Santos (Mitra Kukar/19 gol), Alberto Goncalves (Sriwijaya FC/17 gol), dan Addison Alves (Persipura Jayapura/15 gol).
Penyerang-penyerang lokal terlihat kesulitan menyodok ke persaingan atas. Efek nyatanya terlihat saat mereka membela Timnas Indonesia.
Tengok di pentas SEA Games, pemain paling produktif di Timnas Indonesia U-22 adalah Septian David Maulana, yang berposisi sebagai gelandang serang. Striker utama Tim Garuda Muda, Ezra Walian dan Marinus Wanewar hanya mencetak sebiji gol di sepanjang ajang multi event.
1. Soetjipto Soentoro (57 gol, 68 laga)
1. Soetjipto Soentoro (57 gol, 68 laga)
Menempatkan nama Soetijipto Soentoro sebagai pencetak gol terbanyak timnas Indonesia ini sedikit menuai kontroversi, karena tidak semua pertandingan yang dilakukannya bersama dengan PSSI terdokumentasikan dan tercatat secara resmi.
Namun hal yang tidak bisa dibantah, Soetjipto Soentoro pada masa jayanya striker haus gol yang amat ditakuti bek-bek lawan. Ia pemain didikan Persija Jakarta, yang pada era 1960-1980 intens memasok pesepak bola berbakat ke Tim Merah-Putih.
Di usia 16 tahun sudah memperkuat Persija ke Eropa dan ikut Pelatnas PSSI Yunior untuk Piala Yunior Asia 1959. Di Piala Yunior Asia, Soetjipto Soentoro menjadi top skorer dengan 14 gol.
Gol-golnya dihasilkan ketika Indonesia mencukur Taiwan 14-0 dan Jepang 13-1. Meski pada akhirnya Indonesia menjadi juara ketiga setelah tumbang oleh Burma (sekarang Myanmar) di semifinal yang akhirya menjadi Juara. Aksinya di Piala Yunior Asia membawanya menjadi pemain yang diandalkan dan dipromosi ke tim senior.
Dalam penampilannya bersama Timnas Indonesia dari tahun 1965 hingga 1970, pemain yang dijuluki "Gareng" ini senantiasa menjadi ancaman bagi bek lawan. Soetjipto Soentoro sempat dilirik oleh klub Jerman, Werder Bremen.
Pada 14 Juni 1965 Timnas Indonesia yang melakukan lawatan ke Eropa melakukan pertandingan persahabatan melawan juara Bundesliga, Werder Bremen. Si Gareng dan kawan-kawan tampil menyulitkan Bremen.
Timnas Indonesia hanya kalah tipis 5-6. Pelatih Werder Bremen yang merangkap pelatih Timnas Jerman Barat, Herr Brocker terang-terangan memuji dan menawarkan Soetjipto, Max Timisela, dan John Simon bermain untuk klub Werder Bremen. Namun, tawaran simpatik itu ditolak oleh Kolonel Gatot Suwago yang jadi manajer timas saat itu.
2. Bambang Pamungkas (36 gol, 77 laga)
Bambang Pamungkas hingga saat ini tercatat sebagai pemain paling banyak membela Timnas Indonesia. Sepanjang periode 1998-2012 Bepe memperkuat Tim Garuda di 85 laga internasional.
Di awal kariernya Bambang sempat bermain di klub Divisi II Belanda, ECH Norad (tahun 2000). Pemain yang identik dengan nomor punggung 20 itu tercatat sebagai top scorer Liga Indonesia musim 2000. Ia sukses mengantarkan Persija Jakarta jadi juara kasta elite musim 2011.
Bambang sempat bermain di negara tetangga, Malaysia, bersama Selangor FA. Di musim perdananya pada tahun 2005 ia mempersembahkan treble gelar.
Bepe melakoni debut bersama Timnas Indonesia pada 2 Juli 1999 saat pertandingan persahabatan melawan Lituania. Bambang, yang saat itu baru berusia 18 tahun, berhasil menciptakan sebuah gol dalam pertandingan yang berakhir seri 2-2.
Pada tahun 2002, Bambang menjadi pencetak gol terbanyak dengan 8 gol dari 6 penampilan sekaligus membantu Indonesia menjadi runner-up Piala Tiger 2002.
Pada 10 Juli 2007, ketika pertandingan Indonesia Vs Bahrain di ajang Piala Asia, ia mencetak gol, memastikan Indonesia menang 2-1.Saat ini Bambang menjadi pemegang rekor penampilan terbanyak (caps) dan Top Skorer untuk Indonesia dengan 77 penampilan dan 36 gol sesuai dengan pertandingan katagori A FIFA.
Tetapi jika mengikutkan pertandingan Non-FIFA (termasuk melawan Klub dan Timnas Indonesia U-23) maka penampilan Bambang adalah 88 dengan 42 gol. Pada tanggal 1 April 2013, Bambang Pamungkas menyatakan pensiun dari Timnas Indonesia.
3. Kurniawan Dwi Yulianto (31 gol, 60 laga)



iformasinya kurang lengkap, diatas 5 striker yang dijelaskan cuman 2 .. tolong dilengkapi lagi ya
BalasHapus